Bir Pletok

Bir Pletok adalah minuman khas Betawi. Sekalipun disebut bir, tetapi minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Penamaan bir ini sebetulnya adalah gaya-gayaan khas Betawi.

Minuman ini biasanya disajikan dalam keadaan dingin. Pendinginan minuman ini dilakukan dengan menuangnya ke dalam seruas bambu, diisi dengan beberapa bungkah es batu, ditutup mulut bambu yang terbuka, dan kemudian diguncang-guncang, sehingga menimbulkan bunyi pletok-pletok.

Karena minumannya kemudian berbuih/berbusa mirip bir, maka orang Betawi menyebutnya sebagai bir pletok.

Bahan-Bahan
– 1500 cc air
– 10 gram (4 Lembar) Daun Pandan, dibuat simpul

– 125 gram jahe diiris tipis
-60 gram (5 Batang) serai
-1 gram (2 butir) cengkih

-4 gram (3 cm) kayu manis
– 1 gram pala
– 10 gram Kayu secang bila tersedia

-5 gram (5 Lembar) Daun Jeruk, dibuang tulang daun
-250 gram gula pasir
– Es batu di pecahkan dengan ukuran sesuai selera

Cara Membuat
1. Taruh air dalam panci bersama daun pandan, jahe, serai, cengkih,kayu manis, pala, kayu secang , daun jeruk dan gula pasar. Masak hingga mendidih.

2. Tutup panci, kecilkan apinya hingga aroma rempah . Usai lebih 30 menit, angkat dari atas api.

3. Sisihkan hingga dingin. Saring minuman dan buang ampasnya. Lalu tuang ke dalam botol-botol dan simpan dalam lemari es. Setelah dingin, sajikan minuman dalam gelas, tambahkan es batu.

Catatan
– Kayu Secang tidak memberi pengaruh rasa, hanya pengharuh warna.
– Kayu Secang dapat dibeli dipasar umum, dibagian pedagang atau penjual rempah untuk jamu dan keperluan sesajen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *