Dodol Betawi

Dodol betawi adalah jenis dodol khas suku Betawi. Dodol betawi berwarna hitam kecoklatan dengan variasi rasa rasa yang lebih sedikit dari pada dodol dari daerah lain. Rasa dodol betawi hanya terdiri dari ketan putih, ketan hitam dan durian.

Proses pembuatan dodol betawi sangat rumit. Bahan baku pembuatan yang terdiri dari ketan, gula merah, gula pasir dan santan harus dimasak di atas tungku dengan kayu bakar kayu selama 8 jam. Dodol betawi umumnya dibuat sebagai penganan khusus untuk pesta, bulan Ramadan, Idul Fitri atau Idul Adha. Terutama menjelang hari raya, dodol betawi laris terjual. Karena proses pembuatannya yang rumit, hanya sedikit orang-orang yang ahli membuat dodol betawi.

Terdapat beberapa daerah di Jakarta dan sekitarnya yang masih memproduksi dodol betawi, terutama di komunitas-komunitas warga Betawi, seperti di Condet, Jakarta Timur, Bogor dan Bekasi. Selain warga Betawi, dodol betawi juga dibuat oleh komunitas Tionghoa.

Resep Dodol Betawi
Bahan – Bahan untuk Membuat Dodol Betawi:

1 kg beras ketan
700 gr gula merah
700 gula pasir
1,25 liter santan
4 lembar daun pandan.
Cara Membuat Dodol Betawi Enak dan Lembut :

1. Masak hingga mendidih dan larut gula pasir, santan, gula merah dan daun pandan. Perlu diperhatikan bahwa selama proses harus terus di aduk sehingga santan tidak pecah.
2. Saring campuran di atas kemudian masak bersama tepung beras ketan. Aduk hingga rata dengan api yang kecil. Jangan lupa adukan harus sampai ke dasar. Masak hingga mengental dan tidak lengket di wajan/matang.
3. kemas dan sajikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *