Kue Lupis

Kue lupis merupakan jajanan tradisional yang selalu dicari oleh para pecinta kuliner.Biasanya kue lupis ini disajikan dengan ketan dan gula merah.Jajanan kue lupis ini tergolong memiliki rasa yang sangat khas, yaitu gurih dan manis.

Ada banyak kreasi berbahan dasar ketan putih yang bisa anda coba. Lupis adalah salah satunya. Beras ketan akan dikukus dalam bungkusan daun pisang berbentuk segitiga (atau lonjong seperti lontong) hingga empuk dan matang. Lupis ini lalu dibalur dengan parutan kelapa dan disajikan dengan saus gula jawa kental (kinca).

Bahan-bahan
Beras ketan putih, rendam minimal 1 jam – 350 gram
Garam – 1/4 sdt
Daun pandan – 2 lembar
Air, untuk merebus – secukupnya
Daun pisang, untuk membungkus – secukupnya
Tusuk gigi, untuk menyemat – secukupnya
Kuah Kinca:
Gula aren – 200 gram
Air – 150 ml
Daun pandan – 1 lembar
Taburan:
Kelapa, parut bagian putihnya – 1/2 butir
Daun pandan – 1 lembar
Garam – 1/4 sdt

Langkah

Tiriskan beras ketan dan cuci bersih. Tiriskan kembali.
Campur beras ketan dengan garam. Aduk rata.
Ambil selembar daun pisang. Bentuk jadi contong segitiga atau kerucut. Isi dengan 2 sdm beras ketang hingga penuh. Lipat daun hingga ketan tertutup dan berbentuk segitiga. Sematkan dengan tusuk gigi. Lakukan hingga semya habis.
Siapkan panci presto. Masukkan lupis dan daun pandan. Isi panci dengan air hingga setengah panci. Tutup rapat lalu rebus dengan api besar. Saat muncul bunyi nyaring atau mendesis, kecilkan api. Rebus selama 1 jam hingga matang. Angkat dan tiriskan.
Kuah Kinca: Rebus semua bahan hingga gula larut dan mengental. Angkat lalu saring. Siap digunakan.
Taburan: Campur semua bahan lalu kukus selama 15 menit. Angkat dan siap digunakan.
Ambil lupis dan buka pembungkus daun pisangnya. Gulingkan atau taburi dengan kelapa parut. Siram dengan kuah kinca.
Siap disajikan.

Tips

Daun pisang sebaiknya dijemur dulu agar lemas dan tidak mudah sobek saat digunakan untuk membungkus. Bisa juga dengan memanggangnya sebentar di atas kompor.
Jika tidak punya panci presto, bisa merebus lupis dengan panci biasa. Bila lupis belum matang dan airnya sudah habis, bisa menambahkan dengan air panas (bukan air biasa) agar lupis tidak mudah basi nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *