Martabak Pecenongan

Penulis buku terkenal, Malcolm Gladwell pernah mengatakan bahwa dibutuhkan sekitar sepuluh ribu jam latihan untuk mencapai penguasaan di bidang. Jika itu benar, maka Martabak Pecenongan 65a mungkin akan mencapai status legenda di bidangnya sendiri.

Didirikan pada tahun 1970, pemilik, yang hanya pergi oleh Pak Agus, mengklaim bahwa ada sekitar 200 pesanan dalam sehari. Dengan lebih dari 40 tahun dalam bisnis dan penjualan harian rata-rata 200 martabaks, jumlah total Martabak yang terjual hingga hari ini adalah … Lanjutkan dan lakukan matematika.

Siapa yang akan tahu bahwa pancake versi Indonesia sederhana ini, yang diolesi dengan keju, cokelat, dan mentega, akan memiliki daya tarik yang begitu luas? Untuk menunjukkan kios terkenal ini, mula-mula menuju ke Jalan Pecenongan di Jakarta Pusat. Sesampai di sana, Anda akan menemukan beberapa kios Martabak. Tapi jangan khawatir, untuk menghindari kebingungan, Martabak Pecenongan 65a satu-satunya bisa ditemukan di, yah, nomor 65a. Kemudian lagi, mudah ditemukan, karena ini satu-satunya kios dengan kerumunan pelanggan yang menunggu di luar.

Bagian terbaiknya adalah Setengah Keju dan Setengah Toblerone Martabak. Ya, Anda membacanya dengan benar. Itu cokelat Toblerone. Dan hasil akhirnya adalah meleleh-di-mulut-mu, ilahi yang belum penuh dosa yang akan menyenangkan bahkan gigi-gigi gula yang paling jinak. Meskipun hanya buka dari jam 6 sore, kios akan mulai menerima pesanan sedini 5 sore. Tetapi bagi mereka yang takut menunggu lama, Anda akan senang mengetahui bahwa Bubur Kwang Tung – restoran makanan Hong Kong “ternama”, hanya beberapa meter di jalan untuk memperbaiki perut kosong Anda, memberikan solusi makan malam yang mudah seperti kamu menunggu.

Jl. Pecenongan Raya No. 65A
Jakarta Pusat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *