Kedai Zainal Fanani

Kedai Zainal Fanani

Kedai Zainal Fanani – Seperti nasi goreng Kebon Sirih, nasi uduk Kebun Kacang juga banyak versinya. Namun yang populer—dan autentik—adalah warung milik H. Zainal Fanani.

Lokasinya di Jalan Kebon Kacang VIII, dekat dengan pojok pertigaan. Tak seperti kedai nasi uduk Betawi,.

Zainal Fanani tak menyajikan menu nasi uduk dengan sayur jengkol dan semur, melainkan dia fokus menyuguhkan menu nasi uduk dengan aneka lauk goreng.

Mulai dari empal daging, jeroan, ayam, hingga tempe dan tahu. Ciri khas lainnya, nasi uduk disajikan dengan porsi mini berbalut daun pisang.

Ada sebuah kedai Nasi uduk kebon kacang Zainal Fanani dijalan Kebon kacang No 8 Jakarta Pusat, yang menyajikan Nasi Uduk dengan sensasi berbeda dari yang lain.

Apanya yang Berbeda ? Nasi Uduk kebon kacang zainal fanani disini disajikan berukuran mini berbungkus dengan daun pisang berbentuk kerucut gunanya menjaga nasi tetap hangat dan aroma dari sereh serta salam tetap wangi semerbak.

Nasi uduk yang didampingi sambel kacang, sambel terasi, kecap dan kucuran jeruk limau ini memang sangat enak.

Pilihan menu pendamping pun bisa jadi teman Anda ada: Ayam Goreng, Udang, Tahu, Tempe, Usus, Empal dan Paru yang akan menambah lezatnya nasi uduk.

Selain menu nya yang Tradisional Betawi, nuansa kedai ini pun khas sekali dengan Betawi Punya, Nah paling Afdol lagi kalau makannya pakai Tangan.

Karena lokasinya yang strategis, kedai nasi uduk ini pun ramai dengan pengunjung terlebih lagi dijam makan siang dan makan malam yang pastinya pada ketagihan enak dan gurihnya nasi uduk ini.

Harga : Rp. 2.000 – Rp. 15.000

Lokasi : Jln. Kebon Kacang VIII No.5 Jakarta Pusat.

Baca Juga: Kue Geplak

Nasi Goreng Kebon Sirih

Nasi Goreng Kebon Sirih

Nasi Goreng Kebon Sirih – Siapa yang tak kenal kuliner nasi goreng? Kuliner tradisional khas Indonesia ini dapat ditemui di hampir semua sudut Kota Jakarta.

Salah satu tempat yang menyediakan kuliner ini berada di bilangan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Telah mulai berjualan sejak tahun 1958, Nasi Goreng Kebon Sirih telah melegenda dari mulut ke mulut para penikmatnya.

Lidah pun dimanjakan dengan rasa gurih yang berasal dari olahan rempah-rempah dengan tambahan minyak samin.

Sang inisiator di balik kuliner ini adalah Almarhum Haji Nein. “Kakek saya yang pertama berjualan di Kebon Sirih sampai sekarang. Usaha ini turun temurun sampai sekarang sudah generasi ketiga yang mengelola,” kata cucu Almarhum Haji Nein.

Dua buah wajan besar mengepulkan asap olahan nasi goreng. Sang koki dengan lincah mengaduk-aduk nasi yang memenuhi wajan tanpa takut tumpah.

Di meja makan, para pengunjung Nasi Goreng Sirih telah menunggu kehadiran santapan. Meja-meja terlihat penuh dengan para pengunjung malam itu.

Sepiring nasi goreng telah tiba. Rasa gurih seperti nasi kebuli menyelimuti setiap suapan. Potongan daging kambing berbentuk dadu melengkapi santapan nasi goreng.

Sajian kuliner ini juga ditambah emping. Jika berselera menggunakan acar, sang penjual juga telah menyiapkan.

Menurut Indra, resep nasi goreng ini telah bertahan secara turun menurun. Pilihan beras, bumbu, dan daging kambing dijaga secara ketat.

Bumbu-bumbu yang digunakan terdiri dari rempah-rempah seperti kapulaga, kunyit, sereh, lada, dan beberapa jenis bumbu lain.

Selain menu nasi goreng, terdapat juga menu satai kambing, satai ayam, dan satai hati kambing. Harga seporsi nasi goreng kambing dipatok sebesar Rp 30.000.

Sementara satai kambing Rp 55.000 per 10 tusuk dan Rp 27.000 per 10 tusuk. Untuk minuman seperti air mineral dan es teh seharga Rp 4.000.

Jam buka Nasi Goreng Sirih mulai dari pukul 17.00 WIB – pukul 02.00 WIB. Namun, jika akhir pekan warung nasi goreng ini tutup pukul 03.00 WIB.

Nasi Goreng Kebon Sirih memiliki cabang di Jakarta Selatan yaitu Bulungan, Bintaro 9 Walk, dan Karang Tengah. Selain itu juga terdapat di Pamulang dan Bandung.

Ragusa Es Italia

Ragusa Es Italia

Ragusa Es Italia – Es krim adalah camilan yang digemari oleh semua kalangan. Camilan yang berbahan dasar susu ini ternyata sudah diperjual belikan sejak tahun 1932 di Jakarta.

Yang saat ini terkenal dengan nama es krim Ragusa. Aroma susu yang kental dan bangunan tua membawa pengunjung ke zaman lampau saat duduk di kedai es krim Ragusa.

Mesin pembuat es krim pun terpajang di belakang kedai tersebut, gambar es krim dan foto keluarga Luigi dan Vincenzo pun masih terpajang rapi di kedai tersebut.

Rasa es krim klasik di Ragusa jelas berbeda dengan es krim di tempat lain. Semua es krim diproduksi sendiri dengan resep turun-menurun.

Ceritanya, pemilik usaha es krim khas Italia Vincenzo Ragusa dan Luigi Ragusa menghibahkan ladang usahanya.

Yang dibangun sejak zaman Belanda tahun 1932 kepada Sias Mawarni dan suaminya Buntoro Kurniawan (Yo Boen Kong) tahun 1977.

Berawal dari ayah Sias yang bertemu dengan dua warga Italia tersebut yang ingin belajar menjahit.

“Mereka awalnya mau belajar jadi tailor atau pembuat baju. Nah setelah belajar bikin baju dan lulus dia ke Bandung.

Jalan-jalan ke Lembang buat lihat pertenakan sapi. Mereka berdua punya ide susu yang ada di Bandung itu bikin kedai es krim di Bandung,” kata Sias Mawarni

Baca Juga: Sate Padang Ajo Ramon

Es krim Italia yang dibandrol dengan harga mulai Rp 15.000 – Rp 35.000 itu tidak pernah naik dari masa ke masa.

Rasanya pun beragam mulai dari coklat, vanila, mocca, strowberi, nougat, durian, rum raisin, banana split, paghetti, Cassata dan Tutti Fruti.

Jam buka es krim Ragusa dari jam 09.30 WIB sampai jam 23.00 WIB setiap Senin sampai Minggu.

Sias pun mengaku tak ada resep khusus untuk membuat kedai es krim yang selalu laris manis itu.

Dia hanya mempercayakan satu bahan yaitu susu dan kepercayaan kepada pegawainya. Sias pun menjelaskan bahwa di Jalan Veteran kedainya hanya berjualan es krim dan tidak berjualan makanan lantaran kedai yang ditempatinya terlalu sempit.

Walaupun menghadapi banyak rintangan, Sias bertekat akan terus melanjutkan kedai es krim Italia yang diwariskan kepadanya itu.

Tak aneh, jika hingga kini penggemarnya pun terus bertambah. Selain berbisnis, di usianya yang tak lagi muda.

Sias masih tetap berkiprah di dunia pendidikan, khususnya dunia tari. Tak jarang, hasil dari bisnisnya, ia gelontorkan untuk membiayai pendidikan yang dikelolanya.

Gado-Gado Direksi, Gado-Gado Legendaris di Glodok

Gado-Gado Direksi, Gado-Gado Legendaris di Glodok

Gado-Gado Direksi, Gado-Gado Legendaris di Glodok – Satu tempat penjual gado-gado yang cukup legendaris di Jakarta, namanya Gado-Gado Direksi. Tempatnya memang agak susah di cari, berada di area china town Glodok Pancoran.

Untuk mencapai tempat ini Anda harus melewati gang dimana banyak penjual makanan yang menggunakan gerobak. Rata-rata menjual makanan non halal. Nah masuk gang kira-kira 25 meter Anda akan sampai ke gado-gado Direksi.

Dan Anda jangan kaget tempat untuk berjualan sangat sederhana dan sangat kecil, mungkin hanya cukup untuk tiga orang saja. Memang kebanyakan orang pesan untuk di bungkus. Termasuk beberapa orang top Indonesia sering memesan gado-gado ini. Seperti Ibu Megawati dan almarhum bapak Abdurrahman Wahid.

Gado-gado Direksi mulai berjualan tahun 1967, di dirikan oleh Ibu Sinta Dewi (Sie Man Tjauw) dan sekarang di lanjutkan oleh Ibu Giok Lie generasi kedua-nya. Menurut cerita jaman dulu banyak direksi bank di sekitar sini yang menjadi langganan gado-gado ini. Dari situ lahir nama gado-gado Direksi. Saya juga sempat bertanya kepada Ibu Ati, salah satu karyawan gado-gado Direksi ini, menurut Ibu Ati sudah bekerja disini sekitar 30 tahun yang lalu…wow sangat lama dan sangat setia sekali ibu Ati ini.

dari pengakuan ibu Giok Lie, dan menanyakan kelebihan dari gado-gado ini. Jadi menurut beliau bumbu kacang-nya memang yang menjadikan gado-gado ini enak, dan kacangnya juga tidak sembarangan di dapat, tetapi harus mendatangkan dari daerah Tuban.

Dan beberapa gado-gado enak yang saya temui di Jakarta kebanyakan menggunakan campuran kacang tanah dan kacang mede untuk bumbu kacangnya. Nah di gado-gado direksi tidak ada campuran kacang mede. Selain bumbu kacang, tentu unsur pemilihan bahan dan pengolahan bahan juga turut berpengaruh pada kelezatan gado-gado ini.

Saya siang ini makan disini dengan memesan gado-gado dengan lontong. Sayurnya segar, bumbu kacangnya lembut dan terasa legit. Dengan diberi emping dan kerupuk udang sebagai pelengkap. Memang enak gado-gado direksi ini. Menurut saya bisa di masukan salah satu the best gado-gado di Jakarta. (frans)

Gado-Gado Direksi
Jl. Pintu Besar Selatan 2 nomor 16,
Pancoran – Glodok Jakarta Barat
Telp: 021- 92531495
Buka jam : 09.30 – 16.30

Gado-Gado Lontong Rp. 30.000,-

Baca Juga: Gritology Food Container

Restoran Kaihomaru Jakarta

Restoran Kaihomaru Jakarta

Restoran Kaihomaru Jakarta – Sangat sulit untuk pindah dari Jepang. Cuaca yang indah di musim semi, budaya, dan yang paling penting pilihan makanan yang baik untuk dipilih.

Hal ini memicu kunjungan ke Melawai – Blok M, Little Tokyo, Jakarta sendiri, dengan beberapa teman baik saya.

Baca juga : Emilie Resto

Dengan daftar yang dikurasi dari The Travelling Barista, kami mulai dengan Echigoya Ramen, kemudian pindah ke Kaihomaru Jakarta untuk mencicipi apa yang disebut salah satu pengalaman Jepang paling otentik di kota.

Saya harus mengakui itu sangat mirip. Ini kecil untuk memulai. Enam meja dan bagian sushi-bar.

Itu diisi dengan ekspatriat Jepang yang berbicara Nihongo, minum bir mereka dan mengisap rokok mereka.

Oh, dan toilet dilengkapi dengan kursi berpemanas, mesin cuci ‘undercarriage’ Anda dan semuanya. Sebuah lambang yang tepat dari apa yang Anda temukan di seluruh Jepang.

Di luar suasana meskipun, menu mereka benar-benar ekstensif, seperti sashimi, yakimono, dan onigiri.

Jadi jangan berharap mendapatkan perpaduan mayo di sushi Anda. Bersiaplah sebagai gantinya untuk rasa klasik yang menyoroti bahan-bahan atau beberapa permainan rasa umami.

Kami menemukan yang terakhir pada Tahu Agedashi (IDR 64K), yang datang dengan porsi tiga iris dan saus tentsuyu yang kuat.

Juga favorit pribadi saya adalah Salmon Sashimi (IDR78K) dan Tamago (IDR25K). Salmon itu segar, bersih dipotong, dan tidak terlalu berair — semua yang bisa Anda minta dari hidangan.

Tamago itu luar biasa mentega. Itu membuat tambahan rasa yang bagus untuk hidangan lain di atas meja, seperti mencuri untuk label harga!

Di akhir makan siang, saya sangat senang melihat bahwa semua orang dimanjakan dengan baik.

Makanan enak, teman baik, dan obrolan bagus adalah pengalaman bersantap terbaik. Saya hampir pindah. Kaihomaru Jakarta sangat direkomendasikan.

Di akhir makan siang, sangat senang melihat semua orang dimanjakan dengan baik. Makanan enak, teman baik, dan obrolan yang baik adalah pengalaman bersantap terbaik di restoran Kaihomaru Jakarta yang sangat direkomendasikan. Nantikan restoran-restoran luar yang akan hadir di Jakarta.