Gado-gado Bon Bin Jakarta

Gado-gado Bon Bin Jakarta

Gado-gado Bon Bin Jakarta

Gado-gado Bon Bin Jakarta adalah makanan yang cukup terkenal di Indonesia dengan aneka ragam isinya campurannya.

Bon Bin berasal dari singkatan kebon binatang karena dulu bernama Jalan Kebon Binatang sebelum berubah menjadi Jalan Cikini IV No. 5 Jakarta Pusat dengan telepon (021) 3141539 dan buka mulai jam 10 pagi hingga jam 5 sore. Restoran ini berdiri sejak tahun 1960.

Baca juga : Steak Rasa Berbintang Harga Kaki Lima

Owner dari Gado Gado BonBin ini adalah Oma Lanny yang sampai sekarang masih sibuk ikutan melayani pelanggan – tentunya dibantu dengan putranya dan satu asisten. Yang membuat saya merasa kagum adalah Oma ini masih aktif sekali meracik pesanan dan menghampiri meja sambil menghafalkan pesanan, i guess she’s above 80 years old already. Rumah tempat jualan gado-gado ini juga otentik banget, bangunannya jadul dan ada kulkas yang ga kalah jadulnya juga. Buat saya Gado Gado BonBin ini ada nilai nostalgianya karena dulu kakak saya tercinta yang sekarang sudah tinggal di negri sebrang pernah bawain gado-gadonya sebagai oleh-oleh pulang kantor.

Hadi yang selalu bekerja bersama keluarganya, bersama adik wanitanya dan ibu serta keluarganya, sangat menikmati kehidupan sehari-harinya dengan hanya berjualan gado-gado serta asinan dan cendol yang menjadi unggulan makanannya di sana.

Harganya hanya sekitar Rp 38.000 satu porsi. Namun bagi yang berada di sekitar sana, setiap siang seringkali kita lihat puluhan pesanan berdatangan untk dibawa ke kantor yang ada di sekitar lokasi. Tempat yang sangat ramai dan padat dikunjungi oleh semua kalangan masyarakat.

Lalat hampir dikatakan tidak ada karena kontrak dengan perusahaan yang menangani bidang
tersebut, memasang perangkat di sekitar pintu masuk restoran, agar lalat tidak masuk atau
menjauh dari restoran tersebut.

Bukan hanya orang Indonesia, banyak orang asing terutama dari Jepang datang ke sana
menikmati makanan asli Betawi ini yang tak pernah bosan kalau sudah pernah sekali saja kita
cicipi.

Semua bahan dibelinya di pasar sejak pagi hari, dimasak, digoreng disiapkan dan jam 10 pagi barulah membuka restoran, serta langsung ramai dipesan orang untuk makan siang. Meski lelah, Hadi bersyukur karena mendapat kepercayaan dari banyak orang yang tetap selalu setia membeli gado-gado dan asinannya hingga kini.